Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeWelcomeNov 7, 2006
Welcome To My Website, in Here you can know about my self. And also please add me to my friendster on fahrigunawan@yahoo.com

VideoMar 20, '11 1:35 PM
for everyone
zx faisal on test



Photo AlbumMaratua, Kakaban, Sangalaki, dan DerawanDec 21, '08 11:50 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
20-21 Dec 2008

Sabtu, 20 Dec 2008

Setelah bermalam di Hotel Bumi Segah, pagi harinya, Fahri dan Fritz jam 08.00 berangkat menuju Tg. Batu dengan menggunakan motor Honda Supra Fit, yg rem depannya masih mengunakan teromol….(kasus degh). Terlebih dahulu untuk isi bensin 3 Liter @Rp 7000 (mahal kan…ppfftt….) perjalanan sejauh 120 Km dimulai. Dengan kondisi jalan yg berliku dan penuh tantangan (tanjakan dan turunan) curam khas Borneo, bisa ditempuh dengan waktu 2jam….(cepet ya….siapa dulu yg bawa…..:D). Ke Tanjung Batu adalah kali kedua bagi fahri, pertama kali dengan mobil Strada L200.

Jam 10.00 tiba didepan dermaga Tanjung Batu, kami langsung mencari tempat makan guna makan siang…(“makan pagi dihotel, kurang nampol”….fritz bilang). Akhirnya kami singgah diwarung lamongan, karena makanan yg tersedia sedikit, dan fahri pun ga suka makan ikan, akhirnya kami memesan indomie telur khas anak kost. Disela-sela makan, fahri pun mencari WC (mau buang air besar..maaf) karena kondisi perjalanan yg naik turun gunung dan penuh kelokan, membuat perut fahri sakit (kegendutan sih perut…hehehhehe…..”fritz bilang). Akhirnya fahri buang air di kantor kecamatan P Derawan. Selesai itu, makanan telah siap, kami pun menyantap dengan lahapnya…

Tiba2 Hery (motoris Speed, yg kami charter) datang dan mengenalkan dirinya. Sambil ngobrol2, fahri mulai negosiasi rute dan harga. Semula, kami tidak ada tujuan ke P Maratua, namun dengar-dengar dari orang, bahwa di P Maratua sangat bagus sekali viewnya, Akhirnya kami menambah rute ke P Maratua

Padahal malam sebelumnya fahri telah negosiasi dengan Hery biaya dan arah tujuan. Sebelumnya kami telah survey menanyakan harga untuk sewa speed boat dengan tujuan P Maratua, P Kakaban, P Sangalaki, P Derawan dan kembali ke Tj batu ternyata seharga Rp 1.8 Jt. Akhirnya berbekal survey tersebut kami mendapatkan harga yg bagus yaitu sebesar Rp 1.2 Jt buat biaya Speed Boat berukuran 2.5M x 6M bermesin Yamaha 40PK (cari yg Kawasaki, ga ada…:D). Setelah foto-foto sesaat di Dermaga Tanjung Batu, sekitar 30 menit kami menunggu speed yg lama (mungkin nungu isi Solar) Hery dating, kami pun langsung naik ke speed boat.

Jam 11.05 Perjalanan menuju P Maratua dimulai…….

30 Menit perjalanan pertama, angin tampak tenang, gelombang laut bagitu bersahabat, laju speed pun bisa dimaksimumkan. Tetapi 15 menit kemudian, begitu memasuki perairan laut bebas (kedalaman sekitar 700M) angina mulai kencang, speed boat kecil kami pun terombang-ambing, Hery sang motoris nampak tenang, kami pun biasa aja (dalam hati ngeper juga nieh, kalau-kalau mesin mati apa jadinya?...amit-amit…dah) dia pun memberi senyum tipis (mungkin ini nikmatnya naik speed gelombang tinggi :D). Sekitar 30 Menit berada didaerah gelombang tinggi, rupanya kami melihat dilautan banyak juga sampah yaa, namun karena di Kalimantan, sampah kebanyakan adalah kayu-kayu log yang berukuran besar, dan lumayan bisa memecahkan fiberglass speed boat jika dihantam (makanya jgn buang sampah sembarangan ya…*lirik yg suka mancing).

Jam 12.45 kami tiba di P Maratua, speed kami merapat di Maratua Paradise Resort. Kami dikejutkan oleh pemandangan alam yg begitu indah. Subhanallah…….bagai kolam ikan alami, tepian dermaga banyak sekali ikan besar berseliweran. Diantaranya saya melihat
Ikan Pari. Pasir pantainya begitu bersih…mungkin karena letaknya sekitar 70KM dari daratan Kalimantan Timur (sudah masuk lautan lepas), sehingga airnya jernih, didalamnya pun nampak sekali jelas ikannya terlihat. Kamipun mengambil beberapa tempat bagus untuk berfoto. Jam 13.47 kami pun langsung menuju P Kakaban, dimana disana terdapat danau air payau yang banyak didiami oleh ubur-ubur (jelly fish) yang mana danau tersebut permukaan airnya lbh tinggi dari air laut. Konon (jangan dibalik) pulau tersebut terbentuk dari gugusan koral (karang) yg membentuk huruf O, yg airnya terjebak didalamnya. Lama kelamaan terbentuklah Pulau, yg mana air danau tersebut berasal dari air hujan….(subhanallah ciptaan-Mu). Di pulau tersebut juga banyak terdapat binatang melata macam Ular, Biawak, dan ada semut yg besar dan mempunyai capit (jari tangan kl kena capitnya bisa putus…..serem).

Jam 14.17 kami bersandar di Dermaga P Kakaban. Dibenak kami, P Kakaban, menyimpan mistis yg cukup kuat, disana tdk ada penduduk. Hanya ada hutan belantara dan karang-karang yg tinggi seolah-olah membentengi pulau. Untuk melihat danau ubur-ubur, kami harus mendaki  gunung karang meliwati tangga yg telah dibuat oleh Dinas Pariwisata Kaltim. Tangga yang tinggi, dan suasana hutan menambah cekam suasana dan lumayan membuat nafas kami terengah-engah. Namun hal ini terbayar setelah kami menjumpai danau yg orang-orang ceritakan. Tak lama kami didanau tersebut untuk ambil foto, kami bergegas pergi (suasana P Kakaban, sangat menyeramkan…..takut binatang buas…)

Jam 14.40 kami meninggalkan pulau tersebut menuju Pulau Sangalaki (www.sangalaki.net). Suatu pulau yg terkenal dengan areal diving, pengembangan penyu hijau, dan habitat-nya ikan pari. 30 Menit berselang, kami mendarat di Sangalaki Dive Lodge. Disini kami sempat ngobrol dengan Turis dari Autralia. Pantai di P Sangalaki, tak kalah bagusnya dengan pantai di P Maratua. Namun di P Sangalaki, hamparan pasir putihnya begitu luas, karena resort-resortnya tak berdiri diatas pantai. Semula kami bermaksud berenang disini, namun atas saran dari Hery, bahwa dipulau ini banyak sekali Ikan pari, maka kami urungkan niat (cari aman donk, emangnya dijalan aja safety first).

Jam 15.35 kami menuju P Derawan meliwati P Semama. Hery bermaksud menawarkan kami untuk singgah di P Semama, namun karena di pulau tersebut tak berpenghuni dan hanya didiami oleh Penjaga Dishut, maka kami langsung menuju P Derawan. Jam 16.20 kami tiba dan dan merapat di penginapan Danakan. Kamipun langsung memesan kamar dan skalian makanan. Jam 17.30 setelah makan, Hery meninggalkan kami menuju Tj Batu (besoknya jam 12 siang, dia harus menjemput kami). Kamipun mandi dan muter-muter kampong nelayan di Pulau tersebut hingga larut malam. Beruntung, malamnya kami diajak pak yusuf untuk melihat ke penangkaran penyu. Kami pun menemukan 1 Tukik (baby turtle) yg baru menetas. Kami pun sempat berkenalan dengan Turis dari Florida yang juga anggota konservasi alam dan bersama-sama melepas baby turtle tsb ke lautan….(good bye baby turtle). Konon turtle dapat menempuh perjalanan hingga 80rb miles dan balik lagi menuju tempat dia ditetaskan….(alat paling canggih navigasi)

Minggu, 21 Dec 2008

Jam 6 pagi kami (Fahri dan Fritz) bangun dari tidur, kami langsung sarapan dengan kue-kue dan buat teh manis. Jam 8 kami bermaksud untuk snorkeling, namun tempat penyewaannya tutup, terpaksa kami hanya berenang biasa. Dikedalaman 2M lebih kami berenang (rasanya berenang dilaut, knapa beda yaaa?lbh serem daripada dikolam renang).

Disepanjang dermaga kami jumpai ada banyak ikan-ikan laut dan  5 ekor penyu hijau (dilindungi, karena langka) sedang mencari makan dengan tenang. 1 jam berenang dan berjemur, kami mandi dan sarapan. Tak lupa cinderamata khas P Derawan, kami beli….namun hanya terbatas (mengingat mahal biaya transportasi).

Jam 13.00 kami meninggalkan P Derawan menuju Tj Batu. 30 Menit perjalanan kami tiba dengan selamat (ombak tenang).

Jam 13.40, sebelum menuju Berau (Tanjung Redep), kami isi bensin dengan harga @Rp 8rb/liter (makin mahal aja yaa….). ternyata kami isi 3L bensin untuk menempuh 120KM, lumayan boros).

Jam 16.00 kami tiba di Tanjung Redep dengan Selamat dan isi bensin kembali full tank 3,21 L (di pombensin, harga normal Pertamina).

Ringkasan Biaya (one way trip) :

  1. Tiket Jkt-Bpn : > Rp 500rb (2 jam flight dengan Boeing, tergantung kelas)
  2. Tiket Bpn-Berau : Rp 700rb (1 jam fight dengan baling-baling)
  3. Bensin PP ; Berau – Tj Batu Rp 63rb (motor, brkt kosong, pulang full)
  4. Speed Boat : Rp 1.2 Jt (Yamaha 40PK)
  5. Penginapan dan Makan : Rp 350 rb (Losmen Danakan)

Lama Perjalanan :

  1. Udara : Jkt-BPN-Berau : 3 Jam
  2. Darat : Berau – Tj Batu : 2 Jam
  3. Air : TJ batu – Maratua : 1 jam 45 menit, Maratua – Kakaban : 30 menit, Kakaban –Sangalaki : 30 menit, Sangalaki – Derawan : 45 menit, Derawan – Tj Batu : 30 menit

Special Tx to :

  1. Allah Swt
  2. Keluarga kami tercinta
  3. Fritz
  4. Hery sang motorist speed
  5. Pemilik Losmen Danakan
  6. Pak Yusuf, yg ajak kami kepenangkaran penyu hijau.
  7. Shandy Ainun, yg telah mengenalkan Hery
  8. Teman-teman pabrik yg mendoakan perjalanan kami
  9. Pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu

Web terkait :

1.      www.divederawan.com

2.      www.sangalaki.net

3.      www.borneo.org

 

 


Blog EntryAug 24, '08 10:37 PM
for everyone

Blog EntryApr 28, '08 12:43 AM
for everyone

 Touring ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.

Kenapa ke Tanjung Selor ?

Jawab singkatnya, adalah karena saya belum pernah lewat jalan darat ke Tanjung Selor. Namun saya pernah ke transit di Tanjung Selor melalui perjalanan udara ketika dari Berau menuju Tarakan, sebuah pulau yang lumayan ramai dan maju di Utara Pulau Kalimantan.

 Singkat Tentang Tanjung Selor

Tanjung Selor, merupakan ibukota dari kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Timur. Untuk menggapainya dari Jakarta, lumayan besar biayanya. Adapun estimasi biayanya sekitar Rp 1.5- 3.6 jt sekali jalan. Ditempuh dua cara :

  1. Jkt-Tarakan : Rp 1.2-1.5 Jt  (non Garuda, Garuda blm ada rute), dr Tarakan naik Speed 1 jam 15 menit bayarnya Rp 71 rb
  2. Jkt-Balikpapan : Rp 500 – 800 rb (non Garuda, Garuda Rp 1.3 - 2.6 jt), lalu Balikpapan – Tanjung Selor (est sekitar Rp 900rb-an, yg saya pernah, dr Blkpapan-Berau Rp 780rb, Berau – Tarakan : Rp 380rb, transit di Tanjung Selor)

Melihat dari estimasi biaya, maka biasanya menuju tanjung selor, kita akan memilih jalan pertama. Tanjung Selor juga, rumornya akan dijadikan sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) jika jd terbentuk.

 

Bagaimana Kondisi Jalannya ?

Perjalanan sepanjang 120 km dari Tanjung Redep ditempuh dengan 2 jam 15 menit dengan Honda Supra Fit S kondisi bawa boncenger dan knalpot racing, spuyer sudah diganti, dengan menghabiskan bensin 2.5 Liter sekali Jalan. Bagi saya ini merupakan waktu yang lama, mengingat jarak tempuh dan waktu. Artinya kecepatan rata-rata adalah  55 km/jam. Dan memang perjalanan kali ini saya memang santai dan menikmati perjalanan dengan udara yang segar dan variasi jalan yang lumayan menantang dan harus ekstra hati-hati.

Diperjalanan banyak sekali terjadi longsoran aspal, sehingga kadang kita harus menghindari dengan mengurangi kecepatan dan tetap konsentrasi penuh. Medan jalan yg naik turun bukit, kadangkala membuat kesulitan bagi pengendara untuk melihat kendaraan apa yg akan melintasi dari arah lawan kita, hal ini dikarenakan tingginya jalan menanjak dan diujung tanjakan langsung menurun curam, bahkan ketika turun ada pula yang langsung menikung.

 

Detail Diperjalanan

Setelah semalam penuh menghabiskan waktu berkaraoke di Tempat Hiburan Malam di daerah Lamin, Labanan, Berau. Saya tidak pulang ke Mess-Pabrik, melainkan menginap di Hotel Sanggam, Tanjung Redep – Berau. Esok paginya (Minggu 20 April 2008), saya janjian untuk bertemu jam 08.00 di Kantor Kalimarau (1km dr Bandara Kalimarau – Berau) dengan rekan saya (Ainun) yang berada di Mess-Pabrik guna membawa perlengkapan saya untuk touring ke Tanjung Selor.

Jam 08.00 Ainun rupanya dah tiba duluan, berselang 10 menit kemudian saya tiba ditempat yang dituju. Akhirnya saya, Ainun dan Mas Yono (yg punya motor) berangkat  menuju rumahnya. Mas Yono, minjam mobil kantor, sementara saya minjam motornya.

15 Menit kemudian tiba dirumah Mas Yono, Saya ga langsung berangkat, melainkan ngopi dan nunggu HP yang lagi low batt, untuk dicharge sesaat guna dipakai foto-foto.

Jam 09.15, kami memutuskan untuk berangkat. 15 Menit saya check kondisi motor dan surat-surat. Jam 09.30 saya meninggalkan kediaman Mas Yono. Melihat odometer bensin, akhirnya membeli bensin 2 liter @Rp 6rb.

Setelah jalan sekitar 75 km, saya lihat odometer sudah mau habis, khawatir keabisan bensin, kami akhirnya membeli bensin 2 Liter @7500 (mahal banget yaaa…..) ditengah hutan (sekitar 40km, menuju Tanjung Selor). Kondisi dijalan, kadang panas terik menyengat tangan saya (ga pakai sarung tangan), udara yg lumayan segar membuat tidak mudah lelah.

Tiba di Tanjung Selor jam 11.45, saya langsung menuju Pelabuhan Speed tujuan Tarakan guna liat – liat dermaga dan pelabuhan yang membawa speed tiap 30 menit menuju tarakan.. Setelah sebelumnya berfoto ria di depan Kantor Bupati Bulungan.

30 Menit kami keliling Tanjung Selor melihat kondisi kota-nya, akhrinya kami menemukan Warung Kediri guna mengisi perut yang lapar.

60 Menit berselang, akhirnya kami pulang menuju Berau setelah sebelumnya mengisi bensin di Pom Pertamina. Baru berjalan 10 km, kami dihadang hujan yang sangat lebat disertai angin yang bertiup kencang. Akhirnya dengan kondisi yang separuh basah, akibat jas hujan model batman yg ga safety,  kami menemukan masjid guna Sholat dan berteduh. Menunggu hujan yang ga turun, akhirnya Saya Tidur di Masjid selama 75 menit (lumayan abis bergadang smalam), sementara Ainun ga bisa tidur. Jam 14.15 akhirnya saya bangun tidur, dan kembali melanjutakan perjalanan kembali setalah hujan reda. Jalan yang licin karena hujan membuat saya harus lebih ekstra hati-hati, karena sepeda motor yang saya gunakan memakai ban made-in China (Heung-A).

Tiba di Berau jam 16.45, kami langsung menuju kantor perwakilan yang ada di dekat Bandara Kalimarau. Bensin diisi kembali sebanyak 2 Liter @Rp 6rb. Setibanya dikantor, kami langsung shalat dan sesudahnya mencuci motor. Jam 17.30 Mas Yono yang punya motor datang, guna mengambil motor skaligus mengantar mobil kantor yang dipinjamnya.

 

Jam 18.00 kami pulang ke Pabrik dengan Ketinting….

Ucapan Terima Kasih :

  1. Allah Swt
  2. Mas Yono
  3. Ainun
  4. Bapak pemilik Warung Kediri
  5. Fuad (Supir Kantor)
  6. Pak Didi (Motoris Ketinting)
  7. Orang-orang terkait yang tidak bisa disebutkan satu persatu

 

 

Catatan :

  1. Perjalanan lintas Kalimantan Timur, kondisi jalan variatif (naik-turun bukit)
  2. Jangan terlalu mengandalkan Pom Bensin Pertamina, percaya penjual eceran ga curang, karena mereka jual harga yg tinggi >30% dari harga pertamina.
  3. Tekanan angin jgn terlalu tinggi didaerah panas, khawatir pemuaian gas tinggi, velg kena lobang bisa rusak.
  4. Full konsentrasi didaerah yang asing bagi kita, jgn sungkan untuk bertanya kondisi jalan kepada yang lebih berpengalaman.

 

Salam Turing,

 

 

 

Fahri Gunawan

 


MusicMar 26, '08 2:30 AM
for everyone
01 Mahlik Tuhan Yang Paling Sexy Self Titled Mulan Kwok 
01 Aku Dan Dirimu (Ft Ari Lasso) Self Titled Bunga C. Lestari 
02 Sebelum Cahaya Don't Make Me Sad Letto 
01 Ayat2x Cinta Self Titled Rossa 
01 Kangen Self Titled Ardina Rasty 
01 Butterfly (Ft Andhika Pratama) Ost The Butterfly Melly G 
01 Aku Mau Aku Mau Once 
01 Penantian Top Up Nidji 
02 Biarlah Top Up Nidji 
03 Jangan Lupakan Top Up Nidji 
02 Munajat Cinta Master Mister Ahmad Dhani The Rock 

Blog EntryMar 25, '08 6:41 AM
for everyone

Turing Brotherhood to Dieng-Wonosobo

Waktu : 19 Maret 2008 –  23 Maret 2008

Peserta :

1. Fahri - ZRC #009 - Jakarta

2. Iyan - ZRC #060 - Bandung

3. Roy - ZRC #035 – Jakarta

4. Bang Ben – ZRC #053 – Jakarta + Dika

5. Anggi – ZRC #003 - Jakarta

6. Ade Zakir – ZRC #038 – Jakarta

7. Zacky – ZRC #092 - Pemalang

 

Tujuan : Jkt – Dieng, Wonosobo….( Tahap 1 )

Rute Keberangkatan :

 

Jakarta (Cawang) – Bekasi – Cibitung – Cikarang – Karawang – Cikampek -

Pamanukan - Loh Bener - Jaribarang - Cirebon - Losari - Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Weleri – Sukorejo  – Ngadirejo - Umbul Jumprit – Tambi – Dieng

 

Jarak tempuh (km) : 530-an.

 

Rabu 19 Maret 2008

Berangkat dari cawang jam 22.30. Via Bekasi yang penuh lubang menganga yang siap menampung jatuhnya ban…..

Tiba dicikarang, ZRCruiser dikejutkan dengan lobang yg panjang melebar membentang jalan. Satu demi satu bisa melewati, tanpa masalah. Ternyata # 003 mengalami masalah. Velgnya bengkok, angin keluar dari ban FDR tercinta. Walhasil kita harus berenti dan mencari tukang tambal ban. Ga lama, ban dalam ditebus seharga Rp 35rb merk IRC. Sambil nunggu si “Lay” masangin ban dalam,istirahat sebentar sambil beli cemilan, Dika dibangunin dari tidur trus makan roti  yg kbetulan sebelahnya warung.

 

Kamis 20 Maret 2008

Jam 00.20 perjalanan dilanjutkan dengan ber speed ria ala ZRCruiser touring. Ga boleh liat jalan lurus dan kosong, gas dipentokin penuh2. Tiba di Daerah Karawang, isi bensin full tank.  Lanjut perjalanan kembali ber speed ria, melewati Karawang yang penuh lubang seakan ga mau kalah dengan Bekasi dan Jakarta, kita bergoyang Karawang di atas ZX…tarik manggggg……..

 

Jam 01.40 Memasuki daerah Subang, dikejutkan kembali dengan kejadian yg menimpa Iyan. Motornya terlindas truk gandeng, untungnya ridernya masih dilindungi yang Maha Kuasa, sehingga tidak ada luka berarti. Kondisi motor cukup parah, dengan segitiga atas-bawah yg bengkok, spatbor dpn pecah, dan garpu depan yg harus di press/ganti. Setelah pikir2, motor dititipkan di penduduk setempat (sebelah mushola Cikalongsari).

Jam 02.20 perjalanan dilanjutkan kembali, box Iyan dipasangkan di motor # 003, sementara Iyan boncengan dengan Roy. Kembali ZRCruiser kuasai pantura, bis, mobil umum dan truk dilewati semua, rupanya kejadian tadi, tidak membuat ZRCruiser kecil nyali.

 

Jam 03.15, di pamanukan tiba2 motor Roy dan Adhe , tertinggal jauh, lwt hp, mereka mengabari, bahwa bannya bocor. Akhirnya  sekitar 2km didepan, Fahri, Anggi dan Bang ben + Dika istirahat. Disela-sela istirahat, hanya anggi yg ga  makan kripik pedas bawaan Fahri. Anggi tertidur pulas (cape pulang kerja) padahal banyak nyamuk. Merasa lama menunggu, akhirnya Fahri menelpon Iyan, ternyata mereka juga setel rante yg kendur. Sedikit rada emosi, Fahri memarahinya…(maaf ya, banyak nyamuk soalnya nungguin) suruh buruan, mengingat jam sudah menunjukan pukul 04.20.

Jam 04.30 perjalanan dilanjutkan, kembali ZRCruiser ber speed ria dengan full konsentrasi. Jam 05.45 kami tiba di Ajibarang (sebelum Cirebon). Istrihat dan Sholat shubuh, Jam 06.30 perjalanan dilanjutkan. Melihat jalan kosong dan ditemani udara segar dengan pemandangan sawah dan laut jawa, ZX bisa dilarikan 110 kpj.

 

Tiba di Tegal jam 08.20, kami disambut oleh calon member ZRC, Hendro dan Zacky. Akhirnya kami dibawa ke Kota Tegal dan makan sate kambing muda.

Ditempat itu pula, keduanya mendaftarkan diri dan mendapat ZRC 091 ( Hendro ) dan ZRC 092 ( Zacky )….Congratulation ya bros….

Jam 10.00 perjalanan dilanjutkan, Hendro mengantar hingga perbatasan kabupaten Tegal.

 

Jam 10.30 Memasuki daerah Pemalang, kami disambut dengan bocornya ban Anggi. Setelah check sana-sini, tukang tambal ban dijumpai. Disini pula, kita skalian istirahat sambil Sholat. Jam 12.30 perjalanan menuju Dieng dilanjutkan, tiba di Weleri, kita disambut hujan. Beberapa rekan2 mengganti kostum. Perjalanan dianjutkan, dan mampir sebentar di indomart Sukorejo guna minum kopi dan Jus Jeruk .  Dijalan, Fahri juga sms-an dengan mas herman-jozxy dan mas lazim zoom, yang memonitor perjalanan kita. Rupanya mereka dah tak sabar menunggu kedatangan ZRCruiser dari Jakarta

 

Jam 16.30 kita tiba di pintu masuk kawah sikidang. Rupanya rekan2 dari Zoom, Zxsc dan joZXy sudah mengarah keluar. Akhirnya setelah bicara dan janjian, mereka nunggu di pertigaan kawah dan candi. ZRCruiser pun menuju kawah sikidang, disini rupanya tukang jajan hanya sedikit, dah kesorean. Untungnya masih ada yg jual tempe mendoan, dan  kentang goreng. Ga peke cuci tangan, makanan langsung disantap…lumayan buat ngempanin cacing yg udah brisik didalem perut main keroncong. Aksi banci photo tak lupa dilewatkan begitu saja.

 

Jam 17.30 kita bertemu kembali ditempat janjian semula. Ga lama setelah bincang2, Fahri berpisah. Karena ZRCruiser tetap akan ke Tasik, sementara Fahri ke Solo, kami berpisah. Fahri dan Zacky ikut rombongan Zoom dan Jozxy ke Magelang-Jogya, sementara ZXSc sudah pergi duluan, mereka takut kemalaman sampe di Semarang. Akhirnya perjalanan menuju Wonosobo dilanjutkan. ZRCruiser yang semula akan berbarengan menuju Wonosobo, berpisah setelah foto-foto di pintu masuk Dieng Plateau.

 

 ZRCruiser akhirnya bermalam di Wonosobo.

 

Tujuan : Dieng – Jogya ( Tahap 2 )

Rute Keberangkatan :  

 

Dieng - Wonosobo – Kreteg – Slento – Borobudur – Muntilan – Jogja

Jarak tempuh (km) : 110 - an.

 

Perjalanan dilanjutkan kembali, menuju Jogya. Kali ini mas Lazim dan Mas Azis yg pimpin di depan. Memang terlihat rombongan begitu banyak, sayang rombongan tidak dipecah menjadi bebeapa kelompok. Sehingga kadang nampak begitu arogan. (lain kali, kl banyak dipecah). Di daerah Kreteg motor Fahri copot lampu ajeb2 (led bar), sehingga harus diiket dulu (darurat mode).

 

Diperjalanan, yg pertigaan arah Magelang dan Jogya, rombongan Zoom berpisah dengan Jozxy. Salam2an tak lupa dilakukan…brotherhood nieh..

Perjalanan kembali dilanjutkan tanpa rombongan Zoom, memasuki jalan Magelang nan ramai, kecepatan dikurangi. Memasuki jalan kosong nan sepi, di depan, Fahri, mas kus, dan serorang anggota jozxy (ga kenal) Nampak asyik test motor, rupanya motor mas kus lbh laju disbanding motor Fahri. Maklum, mask us makai knalpot racing, sementara Fahri knalpot std dan pakai box dan side box (beladiri mode) sementara anggota joZXy dibelakang saya. Berpisah dgn mask us di jembatan (ga tau namanya), rupanya fahri ga sadar, kl dibelakang jauh tertinggal. Akhirnya Fahri nunggu lama, Nampak lha mas Windu dengan istrinya, memberitahukan kl dibelakang ada masalah. Mas windu pamit kl ga bisa nunggu-in karena istrinya sakit. Sambil nunggu-in yg dibelakang, Fahri beli air minum dan minum you C 1000. ga lama, Nampak rombongan joZXy melintasi depan Fahri. Rupanya mereka melihat motor Fahri yg lagi parkir,. Akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju rumah Bayu di daerah nitikan. Tiba dirumah bayu, ngobrol2 buat rencana besok pagi. Fahri yg tadinya hendak melanjutkan perjalanan ke Solo, akhirnya bermalam dirumah Bayu. Malam itu sepakat, kl besok paginya, akan menuju pantai baron, Gunung Kidul.

Fahri dan mas sigit, nginap di rumah bayu. Sementara mas Herman, istri dan  mas Azis pulang kerumahnya.

 

Jum’at 21 Maret 2008

Tujuan : Jogya – Pantai Baron ( Tahap 3 )

Rute Keberangkatan :  

 

Jogya – Wonosari – Gn Kidul

Jarak Tempuh (km): 85-an

 

Jam 06.30 ngecek-ngecek kondisi motor, guna persiapan berangkat menuju Pantai Baron. Jam 08.00 mas Herman bersama istri tiba dirumah Bayu. Motor Fahri dipinjam Azis yang boncengan dengan Sigit. Ga lama mereka pinjam, azis telpon, ternyata motor Fahri mogok. Melalui petunjuk telpon, motor ga bisa hidup juga, akhirnya Herman dan Fahri boncengan menuju lokasi motor mogok. Ternyata mereka menyalakan semua saklar yg ada di motor Fahri, yang salah satunya saklar tersebut adalah alarm (engine cut off). Coba diliat sekring sebentar, ternyata motor bisa hidup kembali. Dengan sedikit wejangan, bagaimana bawa motor Fahri dengan baik, mereka akhirnya jalan kembali (beli bekal untuk di pantai).

 

Jam 10.30 perjalanan menuju Pantai Baron dimulai, setelah pamitan dengan Bayu, nyokap dan putrid, adeknya bayu yang manis dan cantik (roy demenin). Melewati jalan nan mulus dan sepi motor dipacu 100kpj.  Tp knapa Melewati jalur tengah yg ternyata dilarang buat motor (knapa dilakukan yaa….bingung mode). Melewati jalan wonosari yang nanjak dan berliku-liku, indah banget dipadu ban FDR. Walaupun pakai side box, masih sanggup nekuk2 stang.

Jam 11.15 Tiba di pertigaan jalan Baron, istirahat untuk makan nasi dan bakso. Ga lama terdengar bunyi pistol meletus. Ternyata anggota reserse lg ngejar maling motor. Dua orang polisi yg berjaga ikut membantu pengejaran. Selang 15 menit kemudian, sang maling tertangkap (top dah polisinya).

Jam 12.00 perjalanan dilanjutkan, 15 menit kemudian, tiba di depan pintu gerbang pantai. Proses negosiasi karcis dilakukan. Setelah sepakat akhirnya masuk dan kami memilih pantai krakal, ternyata ga begitu bagus, lalu pindah ke pantai sundak, disana  kami photo2, lalu penasaran dengan pantai suing. Kami menuju kesana, rupanya cukup jauh pantai yg satu ini. Tiba disana, rasa penasaran hilang, kami pun bergegas pergi menuju pantai baron guna istirahat.

Jam 01.45 tiba dipantai Baron, dan langsung ambil posisi parkir. Di pantai yang lumayan rame dari pantai-pantai sebelumnya kita hanya duduk dipasir, dan berfoto. 

 

Tujuan : Pantai Baron – Solo ( Tahap 3 )

Rute Keberangkatan :

 

Pantai Baron – Gn Kidul – Semin – Sukoharjo – Solo

Jarak Tempuh (km) : 125-an

 

Jam 15.00 kita meninggalkan lokasi. Rekan – rekan joZXy berpisah menuju jogya lwt panggang, sementara Fahri menuju Solo lwt Semin dan Sukoharjo. Dibawah guyuran hujan nan lebat dan angin kencang, Fahri melewati daerah yang sepi, dan asing buat Fahri sendiri. Sempat juga bahklan didaerah sukoharjo Fahri tabrak lari ayam hingga mati yg menyebrang jalan tanpa tengok kanan-kiri.

Didaerah Sukoharjo, rupanya sungai bengawan solo meluap, sehingga banjir yg ga begitu dalam di terjang tanpa masalah dengan ZX. Melewati kawasan sritex Sukoharjo, perut bunyi, tanda-tanda cacing minta dikasih makan. Ayam bakar yg nikmat pun jadi pilihan. Tiba di Solo jam menunjukan pukul 18.30. rupanya tak terasa, dah dua hari perjalanan dari Jkt-Solo, dah habis 850 km.

 

Minggu, 23 Maret 2007

Perjalanan Pulang :

 

Solo – Kartosuro – Boyolali – Salatiga – Semarang – Kendal – Weleri – Batang – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes – Losari  – Cirebon - Sumber -Majalengka-Kadipaten-Cikamurang-Subang – Sadang - Bukit Indah – Cikampek – Karawang - Cibutung-Kali malang – Bekasi – Cawang

Jarak tempuh (km) : 553 - an.

 

Brangkat dari Solo jam 07.30, tak lupa sms  anang (ZXSC) yang mau janjian ktemuan buat ambil stiker ZRC “2-2.5 jam saya tiba di Semarang”. Dengan kecepatan penuh dan jaga rpm sekitar 7rb-8rb. Ternyata jam 09.00 saya dah tiba di Srondol. Akhirnya saya telpon anang bahwa saya dah sampe lokasi. Jam 09.30 anang tiba dipom bensin sebelah hotel plasa dkt deler Toyota. Bro anang sempat menawarkan untuk mampir, namun kadung Fahri mau ngejar rombongan roti bakar yg ada dicirebon, ajakan tersebut Fahri tolak. Jam 09.35 fahri melanjutkan perjalanan menuju Cirebon. Tiba di brebes jam 12.30 dan tak lupa beli telor asin khas brebes. Sms-an Jajak, kl Fahri dah sampe brebes, ternyata dia yg tdnya mau jalan jam 12.00 masih dicirebon…ppfftttt. Jam 13.30 fahri tiba di depan terminal Harjamukti Cirebon. Sms jajak, ternyata janjian di depan pertigaan Kedaung.

 

“Copy paste report turing Jajak”

 

Tepat jam 14:02 kita berangkat dengan diiringi FHI, Istri dan Nyokapnye Yudha. Ngisi bensin dulu dan ketemuan dengan fahri di Kedawung. Sampe Kedawung Fahri lagi sholat. Tungguin bentar dan akhirnya berangkat. Perjalanan lancar sepanjang Sumber dan Majalengka. Menjelang sumber banyak sekali duren, tapi karena waktu udah siang ya lupakan saja yah. Menjelang kota Majalengka jalanan hancur. Untung hanya sekitar 500 meter.

Terus ke arah kadipaten dan belok kanan di pertigaan tomo ke arah Cikamurang. 15 Km menjelang Cikamurang breket antene Yudha patah. Berhenti dulu dah sekalian istirahat. Untung juga dia make antene yang pendek, jadi antene bisa dimasukkan ke box dan patahan breket di tali pakai cable ties. Udah mantabs, terus berangkat dah. Selepas Cikamurang, jalanan rusak parah. Sekitar 15 km jalanan hancur. Terpaksa pelan-pelan dan pintar-pintar cari jalan. Begitu jalanan bagus gua ama mamet udah ketinggalan di belakang jauh. Wah, di kampung gua kebut ajeh, suara knalpot gua sepertinya memang mantabs (*sisiran) karena di RPM 8000 speed bisa sampe 90kpj buat nyalip, jalanan sepi, eh itu orang sekampung nengok semua. Dikiranya rosi nih… halah… padahal karjo… halah.. pretttt…

Kekejar juga dengan dibantuin mirin-miring rebahan. Hahaha… Memasuki subang yudha gantian dengan bayu karena sudah mulai mendidih, Bayu yang emosinya masih stabil ke depan dan order untuk tidak terpancing riding stail Fahri. Novan dan Cecil tetap stay kalem ajah.

Sampai di subang istirahat dulu di pom bensin. Sante sejenak membicarakan jalanan dan gaya fahri. Pantes aja, kalo anak ZRC nyrusuk, kalo gak bisa kontrol emosi pasti yang laen ngikut gaya fahri dan bahaya akibatnya buat anggota. Belum cukup cocok untuk mimpin di depan.

Menjelang Maghrib perjalanan dilanjutkan.

Subang-Sadang
::.. +- 35 km

Melintasi jalanan yang gelap. Melewati kebun karet dengan jalan yang menjebak penuh lobang. Selepas kebun karet lampu depan Mamet redup. Berhenti bentar untuk ngecek. Mamet yang tadinya Sweeper belakang beralih ke depan di belakang VO, Yudha dan gua gantiin jadi Sweeper. Tepat di depan gua adalah Yudi. Lampu tetap redup dan perjalanan kembali dilanjutkan dengan pertimbangan jalanan mulus sampai Cikampek.

Menjelang sadang, melewati pom bensin penuh kasus, Yudi nunjuk-nunjuk Pom Bensinnya. Bayu monitor di HT dan gua cuman senyam-senyum. Hahahaha… selepas itu Pom Bensin, dari kecepatan 80 kpj, turun ke kecepatan 20-30 kpj karena ada mobil berhenti, entah ganti ban atau mogok di pinggir jalan dan ada orang yang melambai-lambaikan tangan pertanda hati-hati. Entah kenapa ada rider dengan motor Supra, mungkin karena gak konsen lihat mobil berhenti atau gak konsen lihat kita-kita, Yudha dan Mamet udah berhenti di tubruk dari belakang. Jedukkk…

Beruntun, Novan, Fahri dan Bayu ngerem. Ciittt… Semua berhenti. Nah sekarang Yudi sepertinya meleng. Gak konsen liat Bayu yang ngerem tiba-tiba. Jedukkkk… Jedukkk… Jedukkk… Ban depan Yudi masuk nabrak swing arm sebelah kiri Bayu. Bayu nubruk Fahri,  dan Fahri Nubruk Novan. Posisi memang rapet karena kecepatan berkira 20-30 kpj, tapi karena moment-nya pas ya udah tabrakan beruntun. Gua sendiri di paling belakang aman. Berhenti dulu ngecek motor. Yudha baret di box sebelah kiri dan bodi sebelah kiri karena kesruduk Mamet. Mamet yang K46-nya disruduk supra aman ajah. Novan aman juga karena fahri nyrusuk ke side bag-nya. Fahri lampu rem ajeb-ajebnya copot, sidebox kirinya ke buka, dudukan sidebox miring dan telur asinnya jatuh. Bayu, mika lampu rem belakang kena bodi motor dan akhirnya dicopot dan penyetel rantainya miring, bengkok ke trabrak yudi. Yudi sendiri, lampu depan revonya lecet-lecet dan kegores, setangnya posisinya geser ke depan.

Setelah semua OK, jalan lagi. Baru berapa meter jalan, Yudi di belakang gua, ternyata lampu depannya posisinya berubah, gua minta buat benerin dulu. Bayu dan yudha monitor di HT buat pelan-pelan karena gua ama Yudi mau berhenti dulu. Baru berapa saat jalan, Yudi minta berhenti, ternyata ban depannya kempes. Ya udah, kita cari tambal ban dulu. Bayu dan Yudha monitor akan nunggu di depan.

Cek punya cek, ternyata pelek enkei Yudi pecah. Hal ini terjadi karena pelek bagian pinggir tersebut ternyata yang ngantem penyetel rantai di swing arm Bayu sebelah kiri. Karena udah bocor dan tidak bisa ditambal, ya udah, akhirnya dipasangin ban dalam. Selesai dan jalan lagi dengan konsisi pelek speleng parah. Kita tidak bisa cepat, hanya maksimal 60kpj.

Jalan sebentar, ketemu dengan rekan-erkan semua dan makan malam.

Sadang-Bukit Indah-Cikampek-Karawang-Cibutung-Kali malang – Bekasi – Cawang – Kalibata – Pasar Minggu – Depok
::.. +- 115 km

Waktu sudah menunjukkan pukul 20:27 ketika kita berangkat. Kecepatan maksimal 60kpj. Yudah tetap di depan, Bayu tengah dan gua paling belakang. Melewati jalanan Bukit Indah yang sepi tapi sangat bergelombang. Begitu masuk Pantura jalur Cikampek-Karawang jalanan parah. Yudha minta gua gantian di depan. OK. Batre HT gua udah drop. Cadangan Energizer udah habis juga. Di depan yang biasa make HT susah juga ngemeng kalo malem. Gua gak bisa liat kondisi belakang. Hella H4 mak nyus juga… (promosi lagi). Bayu tampaknya ada masalah dengan aki disini. Aki keringmerek Kaije ngedrop. Haduh maaf Bay, punya gua udah ngedrop 1 hari sebelum berangkat. Gua udah make aki basah lagi. Hehehehe… Maaf yah. Kapok gua beli aki kering. Dan seperti biasa fahri ngalor ngidul ora karuan. Udah jalanan lurus belok kanan belok kiri. Ngapain coba? Mending ada lobang, lha ini kagak ada apa-apa. Nyusahin gua lihat spion buat mantau kondisi belakang.

Masuk ke karawang kemudian Cikarang dan Cibitung. Di pertigaan Cibitung fahri malah bablas ke arah tambun. Udah di klaksonin tapi malah ngebales klakson sambil bablas. Gua kirain mau dadah-dadah, ternyata kesasar.

Melewati kalimalang, terus ke arah bekasi dan akhirnya jakarta… kita kembali. Hahahaha… Pisahan dengan Fahri di Cawang jam 22.30

 

Pesan dan Kesan :

1.      jaga emosi selama turing

2.      pemandangan sangat indah, pas masuk ngadirejo…mantep

3.      ga ikutan nyesel deh

4.      perkuat tali silaturahmi sesama zx riders

 

 

Total km ; -+ 1423-an

Total uang bensin : +- Rp 124rb-an

 

Specaial Thks to :

1.      Tuhan YME, yang telah melindungi dalam perjalanan

2.      ZRCruiser yg ikut sampe Dieng

3.      Rekan2 joZXy - Jogya.

4.      Rekan2 ZXSC - Semarang.

5.      Rekan2 Zoom – Magelang.

6.      Rekan2 Rotibakar – HTML Depok

7.      My Family dan sodara2nya.

8.      Mas Hendro-Tegal.

9.      Semua yg telah mendoa’kan sehingga selamat di tujuan.

10.  Rekan-rekan yang tidak bisa disebutkan satu persatu namanya.

 

Salam turing,

 

 

Fahri Gunawan – ZRC # 009

 

Next Target : Bromo or Malang, Jatim

 


Blog EntryJan 25, '08 5:12 AM
for everyone

Perjalanan Menuju Pulau Derawan kali ini saya coba lewat Sungai. Oh ya, bagaimana kalau dari Jakarta mau ke Pulau Derawan  ? Dari Jakarta sobat bisa naik pesawat penerbangan pertama tujuan Balikpapan. Untuk tiket penerbangan bervariatif, tergantung maskapai dan waktu booking tiket. Untuk pesawat yg penerbangan pagi, yg pernah saya gunakan dengan Lion Air, tiket dari 480rb-900rb. Sedangkan menggunakan Garuda berkisar 900-1.5jt. Perjalanan dari Jakarta-Balipapan, ditempuh selama 2 Jam dengan pesawat Boeing 737-400 atw MD90. Namun jika menggunakan pesawat Lion Air seri terbaru Boeing 737-900 ER, hanya 1 jam 40 menit , knapa begitu ? saya pun ga tau, mungkin karena armadanya masih baru. Setibanya di Bandara Sepinggan, Balikpapan, lalu dilanjutkan penerbangan berikutnya menuju Berau ditempuh dalam waktu 1 jam. Dalam hal ini ada dua maskapai Yaitu Trigana Air dengan ATR-400 dan Riau Air lines dengan Foker 100, kapasitas 50 penumpang, satu kamar kecil. adapun schedulle flightnya :

  1. Trigana Air (10:45 ; 13:45) biaya tiket : Rp.786.000 > dapat kue + aqua
  2. Riau Airlines (10:30) biaya tiket : Rp.729.000 > dapat teh kotak

Setibanya dibandara Kalimarau - Berau, sobat bisa langsung menuju Pelabuhan Tanjung Redep. Namun untuk perjalanan via sungai, ada dua transportasi, yaitu dengan speed boat dan kapal motor wisata. untuk speed boat ditempuh selama 2 jam, namun biaya sewa lumayan mahal, berkisar 1.5-2jt (tergantung negosiasi, dan kapasitas penumpang). Sedangkan dengan menggunakan kapal motor wisata, perorang dikenakan 160 rb PP dengan waktu tempuh 4-5 jam (tergantung lalu lintas sungai, dan arus pasang/surut). Untuk kapal wisata keberangkatan hanya hari sabtu jam 09.00 dan pulangnya esok hari (minggu) jam 12.00 dari Pulau Derawan.

Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Redep menuju pulau derawan, via sungai Segah sangat menyenangkan bagi kami. Disamping hal ini adalah baru pertamanya buat kami. Panas terik yg menyengat wajahpun tak berasa, karena sirna dengan rasa senang. Sbelum berangkat, kami, menyiapkan perbekalan untuk disana dan selama perjalanan. Diperjalanan saya melihat ada kapal motor yg karam ditepi sungai.

 

 

 

 

 

Tiba dimuara sungai segah yg begitu lebarnya, bahkan mencapai 1Km lebih arusnya tenang sekali. Angin laut mulai terasa, menandakan muara sungai akan berakhir.

Selepas muara, Kapal Motor Tasmania 1 memasuki perairan Laut Sulawesi. Dilaut lepas pantai, banyak sekali dijumpai burung camar yg terbang sesekali masuk ke air guna mencari ikan. Pemandangan yg luar biasa yg menghibur kami....(maklum perjalanan lumayan lama 5 jam).

 

 

 

 

 

Setibanya di Pulau Derawan, kami pun langsung menuju penginapan Riza. murah memang tarifnya permalam hanya 70 rb perkamar. Dan kebetulan hanya tersisa 1 kamar, jd kami sesaki bertiga. Sbetulnya ada penginapan yg lbh bagus, yaitu penginapan punya mantan Bupati Berau, permalam hanya dikenakan 300rb dah skalian makan 3x, kamar AC. Namun kami memilih yg murah, dikarenakan takut tidak suka makanan yg disediakan oleh pemilik penginapan. Setelah tiba dipenginapan, kami pun keliling pulau dengan waktu 1 jam. Pulau tersebut memang kecil, lbh besar Istora Senayan, atw pun kampus UI.

Sore harinya, kami berenang hingga menjelang senja. Dari atas dermaga, tampak juga penyu jenis sisik berenang renang, memang disana terkenal dengan daerah pelestarian penyu, dan terumbu karang.

Pagi harinya, matahari mulai nampak dari ufuk timur, kami pun bangun dan olah raga. Pemandangan sangat indah sekali. Selepas foto2, kami pun makan siang guna persiapan perjalanan pulang..

 


Blog EntryJan 25, '08 3:45 AM
for everyone

Menuju Pulau Derawan bisa ditempuh dengan 3 cara dari Berau (Tanjung Redep) :

  1. Via Udara (dengan Helikopter) > tidak diulas
  2. Via Darat (perjalanan Tj Redep-Tj Batu-P.Derawan)
  3. Via Air (Sungai Segah-Tj Batu-P.Derawan)

1. Via Darat, dr Tanjung Redep ditempuh sejauh 120 Km menuju Tanjung Batu. Jika kita melaju dengan kecepatan rata2 90 kpj, maka ditempuh hanya 1.5 jam. Umumnya ditempuh dalam waktu 2 Jam. Perjalanan pergi saya tempuh 2 jam, dengan mobil Mitsubishi Strada L200, yg waktu itu berisikan 6 orang. Sesak bukan...??  ya begitulah, karena ternyata banyak yg mau ikut, apa lacur, saya hanya diijinkan membawa Strada, yg rencana semula membawa Toyota Land Cruiser. Akhirnya ada beberapa orang yg tidak bisa ikut, karena kapasitas mobil . Kondisi jalan yg bagus, membuat adrenalin naik, sehingga merangsang kita untuk memacu kendaraan secepat mungkin. Dikala kondisi jalan lurus nansepi dan diapit bukit dan hutan, kendaraan bisa melaju s/d 140Kpj. dikala bertemu jalan yg rusak, masih bisa dilaju sampai 90 Kpj, karena menggunakan ban mid. Setibanya di Tanjung Batu, akhirnya menuju dermaga speed boat. Setelah negosiasi yg cukup alot, akhirnya sepakat harga PP = 450 rb. Harusnya 400 rb, namun 50 rb tips untuk yg menawarkan dengan susah2..

Akhirnya kami ber enam pun berangkat kepulau derawan. Dengan Speed boat berkekuatan 40 Pk, ditempuh selama 30 menit. Setibanya disana kami pun mencari makan di desa.

Selesai mencari makan, akhirnya kita foto2 dan pulang menuju Pabrik (Tanjung Redep-Berau)


Photo AlbumKapuas TouringJan 24, '08 10:47 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kapuas Touring, via Palangkaraya (Kalteng)

Photo AlbumMudik 2007Jan 24, '08 9:53 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Special Touring Lebaran : Dieng, Ketep, Selo

Photo AlbumZRC TouringJan 24, '08 9:43 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kenangan Selama Touring

Photo AlbumMotorkuJan 24, '08 9:20 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto-Foto Motorku

Photo AlbumPulau Derawan, KaltimJan 24, '08 9:11 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kenangan di Pulau Derawan, Berau kaltim

MusicMay 24, '07 3:21 AM
for everyone
01 Intro Techno Power 2  
02 BMF Techno Power 2  
03 Exreriene Techno Power 2  
Terminate Techno Power 2  
05 Games With Me Techno Power 2  
06 The Survivosios Of Hardstyle Techno Power 2  
07 Future Techno Power 2  
08 And The Beat Goes On Techno Power 2  
09 Listen To Your Beart Techno Power 2  

MusicMay 24, '07 2:31 AM
for everyone
01 Blasta Mata Bar Black Party  
02 Answer I Mata Bar Black Party  
03 Answer II Mata Bar Black Party  
04 Destroyer Mata Bar Black Party  
05 My Groove Mata Bar Black Party  
06 Love Of Mata Bar Black Party  
07 Nafre Me Mata Bar Black Party  
08 Never Mata Bar Black Party  
09 New York Mata Bar Black Party  

MusicNov 7, '06 9:38 PM
for everyone
Lagu-lagu R&B keren...
01 my lecon - jay chow night's R&B 
02 get busy - sean paul night's R&B 
03 party to damascus - missy elliot night's R&B 
04 i don't wanna know - maria vinas night's R&B 
05 just lose it - eminem night's R&B 
06 whoodi hoop - lil romeo night's R&B 
08 lose it breath - destiny's child night's R&B 
10 lim in love - fabrizio faniella night's R&B 
14 yeah - usher night's R&B 
02 candy shop - 50 cent pete bau Jengkol productions 

Photo AlbumKorea's MemoriesNov 7, '06 9:05 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Incheon

© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.